Subscribe to Subscribe to 's comments

Sesaat bersama Isa Al Masih

Posted by ibunda. Comments (4).

SEPTEMBER 2013

Rasulullah berkata,

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahawa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya (mukanya) seakan-akan menitiskan air walaupun ia tidak basah “. (HR Abu Dawud).

Aku berjumpa dengan Isa Al Masih  (pada malam Israk dan Mikraj). Baginda berperawakan sedang (tidak terlalu tinggi atau terlalu pendek), warna kulitnya putih kemerah-merahan, seolah-olah baru sahaja keluar dari bilik mandi wap.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Ibunda terlihat petikan ayat di atas dan seharian memikirkan  dalil ini dengan kebenaran perjalanan mimpi yang ku lalui kira-kira  6 bulan yang sudah.

Ibu tidak mampu untuk menyimpan rahsia ini, tetapi tidak tahu bagaimana ia harus di tulis.

6 bulan yang lepas,  sebelum bertemu bonda maryam, ibu ketemu dengan sosok lelaki rupawan dari bangsa asing. Ia telah menjadi rahsia hati ku kerna takut di salah ertikan.

Namun terpanggil untuk mencoret mimpi tersebut kerana terbaca petikan sabda rasulullah di atas. Tergamam,  bila sosok manusia yang di sebut rasululllah mirip sosok lelaki yang dilihat ibu.

Melihat seorang lelaki memasuki rumah ku, dari jauh kelihatan seperti suami ku pulang dari kerja. Lalu ibu menyambutnya dengan senyuman, ‘abang dah balik?’. Ketika dia menghampiri ku dengan meletakkan beg golf yang di sandangnya, aku dapati dia kelihatan sungguh rupawan.

Aku berlutut (knelt down) di hadapannya dengan kedua belah tanganku di atas pehanya, manakala dia duduk di atas sofa. Sambil mendongak, aku merenung wajahnya, lelaki yang ku panggil ‘abang’. Tiada sepatah bicara.

Sungguh jelas rupa nya dia. Wajah kulitnya seakan basah berpeluh, kulit sungguh putih melepak kemerahan. Dia bukan bangsa melayu, wajahnya seperti bangsa lain. Air peluhan di mukanya memancarkan lagi cahaya kemerahan kulitnya, seolah-olah dia baru habis bermain golf di waktu petang.

Betapa indah wajah suami ku bila berpeluh, kata ku di dalam hati…

Badan yang sedang tinggi, bahu yang bidang, rambut yang nipis  sedikit keperangan , pendek dan rapi seperti di sapu gel rambut-kemas. Rambut kelihatan  seperti kebasahan oleh peluhnya. Dahinya agak  jendul dan pipinya berisi. Pipinya tidak cengkung malah mempunyai tulang pipi yang agak tinggi dan pipi penuh berisi, menjadikan wajahnya bujur seperti telur dan sedikit panjang. Tiada kumis dan tiada janggut. Tiada jambang di wajahnya. Bersih.

Yang ibu pasti, air peluhan itu bercahaya merah. Mungkin kerna kemerahan di sambar panas bermain golf?

Setelah terjaga, aku merujuk kepada gambar lukisan seseorang, yang telah melihat Isa secara ghaib. Masya allah. Mereka mirip, cuma rambutnya dilukis panjang, tapi rambut yang kutemui adalah pendek. Yang aslinya, wajah dia ku lihat hidup, nyata dan terang di mata ku. Ia bukan bayangan atau berkabus atau bercahaya sehingga tidak dapat melihat. Dia ku lihat nyata kulit dan isi.

Namun hati ku pasti itu adalah sang raja ku, kerana jalan yang ku tempuhi adalah jalan malaeka. Jika jalan ini yang ku naiki, pasti aku bertemu Isa Al Maseh, dan bukan Musa Kalamullah.

Untuk memastikan lagi kebenaran mimpiku, aku bertanya kepada Bonda Maryam dalam mimpiku tempohari. Tuhan perturunkan satu per satu mimpi supaya aku bisa menyambung maksud kesaksian ini. Jika di dalam mimpi itu  tidak aku bertanya Bonda Maryam, kesaksian ini mungkin tidak dapat ku coretkan disini.

Tidak seperti potret isa yang di lukis orang Kristian,  dimana pipinya cengkung  kedalam. Kelihatan tua dan tidak bersemangat serta berserabut dengan jambang tidak terurus. Namun Isa sebenarnya kelihatan sedang-sedang gagah, segak dan rupawan. Lukisan yang dilukis tanpa petunjuk seperti air sirap yang tiada gula.

Nabi Isa ku lihat seperti Keanu Reeves (pelakon amerika) namun pipinya lebih berisi dari Keanu reeves. mukanya bujur dan dahinya jendul. sungguh rupawan, ntah bagaimana harus ku potretkan di sini.

isa al maseh(Gambar ini hanyalah ilustrasi. Dalam ribuan gambar Isa, hanya gambar ini yang mirip dengan wajah sebenar. Isa tidak punya jambang dan tidak ada kumis. Wajah juga tidak maskulin, tapi Dia sangat segak rupawan ).

 

Soalan yang menghairankan ialah,  kenapa harus aku melihat dia berpeluhan , dan cahaya dari air itu tidak basah  dan sama seperti dalil Rasulullah tentang titisan air di wajah Nabi Isa? Juga wajahnya yang kemerahan seperti mandi wap (seperti mimpi rasulullah) , begitu juga yang dilihat aku, wajahnya kemerahan seperti selepas bermain golf?

Apakah ini kebetulan?

Apakah Isa mendatangi umatnya dengan wajah yang sebegitu sebagai dalil akan kewujudannya di akhir zaman? Sempatkah aku bertemu zahir dengan sang Raja ku? Atau mimpi ini akan menjadi yang pertama atau mungkin yang  terakhir buat ku?

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
 

Dan sesungguhnya Nabi Isa menjadi tanda kedatangan hari qiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentang (hari qiamat) itu, dan turutlah (petunjukKu); inilah jalan yang lurus.  Surah Az Zukhruf : 57-61

Terima kasih Ya Allah kerna menunjuki ku jalan yang lurus dengan petunjuk Mu..

Surah an Nisaa:159, bermaksud -” tiada seorang pun dari kalangan ahli kitab kecuali beriman kepada Isa sebelum matinya dan pada hari kiamat kelak Isa mnjadi saksi terhadap mereka”

Ramai ulamak cuba mentafsir maksud ayat ini. Agak keliru jika di baca maksudnya. Namun ku pasti, ia bermaksud tidak lebih dari – bahwasanya tiada seorang pun ahli kitab yang sungguh beriman kepada nabinya (Isa) sebelum matinya (Isa) , dan Dia (Isa) akan menjadi saksi perbuatan mereka.

Ternyata para ahli kitab yang begitu mengagungkan Isa di akhir zaman bakal tiada kesempatan untuk menemui Isa, dan mereka yang mengagungkan Muhammad jua bakal terlepas waktu untuk mengenali Isa. Demi MASA sesungguhnya manusia itu dalam kerugian.

Mereka yang beruntung adalah mereka yang mengenal diri dan Allah serta yang sungguh-sungguh berimankan Isa di akhir zaman.  Begitu jua dengan mimpiku, tiada siapa akan percaya andai aku benar-benar bertemu Isa Al Maseh.

 “Katakanlah aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaakub serta apa yang diberi kepada Musa dan Isa dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada mu aku berserah “– al – Imran

4 Responses to “Sesaat bersama Isa Al Masih”

  1. Mila kunis

    Ibu,sy juga ada terbayang wajah nabi Isa.sungguh taman seperti yang dikatakan nabi Muhammad SAW.

  2. Mila kunis

    Sungguh tampan

  3. Mila kunis

    Bagaimana dengan perjalanan hidup ibu.Semoga sentiasa dalam perlindungan Allah. Apabila saya mendapat Ilham tentang para nabi saya sering merujuk pada catatan ibu.Sayang sekali sekarang ibu tidak lagi menulis. Saya turut berdukacita dengan hal ini

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Selamat Datang

Log in

Lost your password?