Subscribe to Subscribe to 's comments

Pengorbanan Menghapus Dosa

Posted by ibunda. Comments (3).

Januari 2014

Apakah itu Nilai sebuah dosa? Apakah Dosa bisa di hapus hanya dengan bertaubat? Apakah DOA sudah mencukupi buat menutupi kesalahan mu?

Ibunda kira begitulah jika manusia ingin menghapus kesalahan lalu. Berdoa dari hati yang ikhlas sehingga menitis airmata. Namun sangkaan ku tidak cukup tepat dan di sisi Allah dan malaikat, ianya tidak cukup tanpa Pengorbanan.

Apakah mungkin ianya untuk ku sahaja dan mungkin bukan untuk mu. Kerna makam manusia itu berbeda sesuai dengan kemampuan dan ilmunya. Inilah yang ingin ibunda sampaikan.

Agak sudah dua bulan berlalu sejak mimpi terakhir ku bertemu Nabi Musa.

Namun mimpi susulan yg ku perolehi tidak mampu ku coret disini untuk tatapan pembaca kerana ia begitu privacy dgn kehidupan ku.

Tahun 2014 membuka helaian makam yang baru buat ku.

Ujian yang sudah berlanjutan lebih 6 bulan lamanya kini di perlihatkan maksudnya buat ku.

Ingatkah pembaca ketika ibu mengakui kesalahan ku di depan Nabi Musa, ibu terus terjaga dan tidak sempat mendengar kata-kata baginda? Ibu sendiri tidak pasti apa kesalahan ku dan yang mana satu pernah ku perbuat.

Mimpi terbaru ini menceritakan tentang kesalahan ku dan kenapa harus aku melalui ujian tersebut. Namun hatiku menjadi cerah secara tiba-tiba setelah ku mengerti erti mimpi tersebut.

Memohon ampun dan bertaubat bukan lah mudah untuk di perolehi. walau di setiap solat aku berdoa memohon keampunan Nya, ia tidak semudah itu.

Bukan harga sekampit beras yang disedekahkan dapat menghapus kesalahan. Nilai DAM atas kesalahan kita bukan nilai seribu ringgit. Nilai wang di akhir zaman adalah puluhan ribu dan ratusan ribu. Nilai DAM untuk menghapuskan kesalahan harus sehingga kita jatuh miskin, papa dan kehidupan menjadi sukar. Di sinilah Dia akan menguji kepayahan hati untuk bangun, redha, ikhlas dengan apa terjadi. Pengorbanan atau korban yang di ingini Tuhan harus ikhlas dari hati yang redha. Keikhlasan adalah yang paling sukar untuk di laksanakan oleh hati sanubari yang paling dalam.

Walau mulut tidak merungut, hati tetap akan menangis jika mengenangkan kesusahan yang harus di hadapi. Hatiku belum ikhlas disisi Allah.

Hutang sebagai penjamin bukan lah kesalahan ku. Jika di kaji dari segi zahiriah, ia adalah satu penganiayaan buat ku. Sebelum ini, ibu terasa seperti orang yang teraniaya kerana harus menanggung jumlah hutang beratus ribu. Namun setelah mendapat mimpi ini, beban di dalam hati ku seakan di cabut serta merta. Subhanallah. Inilah pengalaman jiwa yang sukar ku gambarkan kepada pembaca.

Bukankah aku sudah membuat perhitungan dengan Tuhan ku untuk memberi pahala kebaikan si peminjam kepada ku sebagai tebusan hutang yang tepaksa ku tanggung? Namun itu bukan penyelesaiannya. Maka itu tika aku bertemu Nabi Musa, ibu mengakui kesalahan ku di depan baginda. Namun nilai keampunan itu harus di sertai pengorbanan.

Hutang ratusan ribu yang harus ku bayar itu bukan untuk si peminjam. Itu hanya sebab musabab perkara ini terjadi di alam dunia. Namun sebenarnya wang itu adalah dam untuk diri ku sendiri. Sejumlah wang yang harus ku tebus itu adalah untuk menghapus segala kesalahan ku sendiri dan ia untuk membawa ku kepada perjalanan yang baru, makam yang baru. Nilainya bukan ribuan ringgit, bukan sekampit beras malah ratusan ribu sehingga aku terpaksa zuhud dalam kehidupan ini untuk beberapa waktu sehingga semuanya selesai.

Masya allah. Bayangkan dosa mereka yang membunuh, menfitnah, berzina, buang anak, merogol, menipu, merompak dan menderhaka ibu bapa?

Apakah nilai wang untuk menghapus dosa mereka wahai Tuhan?
Apakah harta mereka cukup untuk membayar dosa mereka?
Apakah pula yang terjadi andai mereka tiada harta wahai Tuhan?
Apakah yang akan Engkau ambil dari mereka sebagai balasan?

Ibu menjadi takut memikirkan kebenaran petunjuk ini. Ibu tidak boleh menolak hidayah yang buruk tentang ku dan hanya memegang hidayah yang baik tentang ku.

Ibu harus percaya bahwa semua yang terjadi ini adalah ujian pengorbanan untuk menghapuskan dosa ku yang sedang di pegang rekodnya oleh para malaikat.

Mereka (para malaikat) mengatakan kepada ku, bahwa nilai kesusahan itu akan menghapuskan rekod jelek ku. Ibu menangis sayu….berfikir bagaimana malaikat bisa melakunkan watak-watak dalam mimpiku hanya untuk mengkhabarkan berita ini kepada ku.

Ibu menangis…kerna Tuhan sangat menyayangi ku, mengkhabarkan kepda ku supaya jiwa ku pasrah dan tenang kerna sesungguhnya wang yang ku cari untuk pembayaran hutang orang lain adalah sebenarnya untuk diri ku sendiri. Terasa sungguh beban kerunsingan ku sudah tercabut dari bahu ku. Allahu Akbar.

“Kamu pasti di uji dengan hartamu dan dirimu dan pasti kamu dengar banyak hal yang menyakitkan hati dari orang-orang yang di beri  kitab dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, sesungguhnya itu termasuk dalam urusan yang di utamakan”  – Al Imran

Apakah akan ada persoalan dan perselisihan lagi didalam hati ku tentang kes tersebut? Tidak, sudah tertutup hatiku untuk mengetahui kenapa dan mengapa. Aku benar-benar pasrah, membayar tanpa sedikit pun kerisauan di hati. Mimpi itu benar- benar mengajarku tentang ilmu yang aku sendiri tidak pernah ambil pusing untuk mendalaminya.

“maka Allah memberi petunjuk kepada orang beriman tentang apa yang mereka perselisihkan dengan kebenaran dengan izin Allah Dia menunjuki sesiapa yang Dia kehendaki” – Al baqarah

Apakah ada perkara yang lebih berharga dalam kehidupan jika wang itu mampu menghapuskan dosa?  Hanya keredhaan Tuhan terhadap ku yang paling berharga.

Maka mulai saat ini, akan ibunda daki perjalanan baru untuk ku teguh berdiri di talian Allah, dan lulus ujianNya supaya dapat bertemu diri ku dengan tangga mereka yang beriman.

Ibunda juga mendapat mimpi baru setelah peristiwa itu.

Aku melihat tikus besar di dalam rumahku. Sekejap nampak kelibatnya sekejap ia bersembunyi. Ketika ibu sedang membasuh sehelai kain berwarna merah yang panjang dengan sabun dan kain terbentang di atas lantai, tikus ini datang dan berguling-berguling diatas basahan kain tersebut. Ia seakan mencuci bulu-bulunya di atas kain merah ku.

Lalu tikus tersebut menjadi seorang manusia dan berdiri di hadapan ku. Terkejut ibu melihat tikus itu benar-benar menjadi manusia. Dia mengucapkan terima kasih kepada ku kerana aku telah menukarnya menjadi manusia dan beliau akan berkhidmat dengan ku dengan ikhlas.

Setelah terjaga, aku fikir mungkin jin yang ada dalam rumahku sudah menjadi manusia dan ingin menjadi khadam. Setelah ibunda hayatinya dalam-dalam, maksudnya sudah tentu berkaitan dengan mimpi di atas.

Sifat kehaiwanan (diumpamakan tikus) dalam diri ku sudah disuci oleh pengorbanan ku sendiri (lambang kain merah). Sifat kemanusiaan sepenuhnya sudah menjelma dalam diriku dan tiada lagi kehaiwanan walaupun sebesar tikus.

Ibu telah memiliki sifat kemanusiaan dan tercabut sudah sifat cela dari sifat kehaiwanan. Ya Allah, jadikan lah ia benar, dan benarkanlah diri rohani ku bebas dari sifat cela binatang.

Mimpi ini benar-benar memberi suatu pengertian yang dalam tentang semua yang berlaku dalam kehidupan ku. Andai aku tidak bershahadah tidak lah aku menjadi hamba allah. Setelah ku di martabatkan sebagai hamba allah, harus pula ku lalui pengorbanan dalam kehidupan untuk menguji kekuatan iman ku dengan kesusahan, keikhlasan, redho dan zuhud. Di saat baru ku tempuhi, Dia mengajarku erti makam manusia  beriman dan di mana letaknya mereka ini.

Untuk mencapai itu, aku harus memiliki sifat kemanusiaan dan tiada sifat cela binatang. Maka Dia sekali lagi mengkhabarkan ku melalui lakunan para malaikat bahwsanya pengorbanan itu untuk menghapuskan segala kesalahan lalu. Andai ku lulus, maka jadilah diri ku manusia sempurna disisi Nya.

Alhamdulillah. Keagungan Mu terserlah. Aku sangat memahami petunjuk ini dan akan ku bangun dari segala kepayahan.

“Kamu tidak akan memperolehi kebaikan sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah maha ketahui” – Al Imran

 

3 Responses to “Pengorbanan Menghapus Dosa”

  1. jie

    salam ibu.baru terjumpa penulisan ibu kembali.semoga Allah memberikan yg terbaik buat ibu.

  2. Nur

    As’salam Ibu,
    Saya juga menjadi mangsa penipuan manusia ratusan ribu.
    Mohon ibu email saya jika berkesempatan.
    Sekian, terima kasih

  3. malzak

    terima kasih ibu…….. saya yg x punya ibu bapa dialam zahir

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Selamat Datang

Log in

Lost your password?