Subscribe to Subscribe to 's comments

Kalimah la ilaha illallah

Posted by ibunda. Comments (8).

(January 2013)

lailahailallahDi awal tahun 2013, ibunda bermimpi lagi. Mimpi yang membuka helaian makam yang baru. Perjalanan baru setelah kelebihan ku di cabut oleh Sang Tuhan. Aku bukan lagi Sang Ratu Ilmu Putih.

Ibu berada di alam terang seperti terangnya cahaya matahari di tengahari. Ibu berada di dalam sebuah pejabat yang berdinding kaca. Kaca itu meliputi seluruh dinding dan bangunan agak berbentuk bulat. Melihat langit biru yang luas terbentang di depan mata. Juga kelihatan beberapa bangunan lain berhampiran. Bangunan ibu sebuah bangunan yang tinggi.

Tiba-tiba sebuah kapalterbang menjelma dari langit menuju ke bumi. Nampak seperti ia terbang laju menjunam  dan akan terhempas. Tiba-tiba kapalterbang itu bergerak ke atas semula dan ia terbang dari celah-celah bangunan.

Tergamam ibu buat seketika. Kapalterbang itu seolah-olah sedang menuju kearah ibu. Terasa seperti kesuntukan masa untuk melarikan diri atau turun dari bangunan tersebut. ia berlaku sangat pantas hanya dengan beberapa saat lagi kapalterbang tersebut akan membinasakan ku.

Di saat itu terasa seperti saat menunggu sebuah kematian. Tiada daya upaya ibu untuk berbuat apa-apa kerna ia berlaku terlalu pantas. Doa ku agar kapalterbang itu melencong ke lain dan tidak membinasakan ku.

Sayap kanan kapal terbang menghiris dinding kaca bangunan. Ibu melihat kaca bersepai dan berterbangan. Tiba-tiba saja pandangan mata menjadi perlahan dan pergerakan alam maya seperti kaku dan ‘slow motion’. Seluruh tubuh menjadi sejuk beku. Seakan nyawa terkeluar dari jasad. Jasad ku sudah hilang rasa. Apakah ini  sakaratul maut?

Ternyata lidahku terus mengangkat shahadah ketika di ambang maut;

Tiada Tuhan yang di sembah melainkan Allah dan Aku Pesuruh Allah’.

Kalimah ini di baca dalam bahasa melayu. Tiada kawalan minda di alam mimpi. Semuanya di atur. Aku tiada daya upaya sedikitpun di saat kematian. Dan shahadah ini jua tiada pernah ku ucap sepanjang hayatku.

Lalu terkejut dari tidur jam 5.00 pagi tika langit masih gelap di subuh hari. Merasai seluruh tubuh dingin tiada darah yang mengalir..

Sejuk beku seluruh tubuh.

Aku menjadi fana’ di alam mimpi dan fana’ di alam zahir buat seketika. Fana’ dengan kejadian yang baru di lalui.

Ibu mengingati semula ucapan kalimah yang disebut. Sangat jauh bunyinya untuk di nyatakan. Apakah maksudnya?

Kenapa shahadah ini yang aku sebut sehingga zahir ku kaku dan fana?.

Ya tentunya mimpi ini juga membawa maksud yang dalam.

Kalimah shahadah menceritakan sebuah penyaksian bahwa tiada alam ini melainkan Tuhan. Tiada daya upaya ku seorang hamba melainkan semuanya di dalam urusan –Nya.

Ibu melalui Jalan penyaksian tiada tuhan melainkan Allah. Saat melalui sebuah kematian dan pandangan maya menjadi perlahan ketika nyawa melayang dari jasad.

Apalah yang ada pada ku ketika kematian datang menjemput melainkan keimanan hati ku akan Allah.

Allah tidak melimpahkan kenikmatan kepada seorang hamba lebih besar daripada memberinya pengetahuan tentang la ilaha illallah. Kerananya disediakan daruts-tsawab dan darul iqab. Kerananya pula para rasul diperintahkan berjihad dan bertugas. Maka barangsiapa yang menyatakannya, harta dan darahnya terjaga. Maka, seseorang tidak bisa disebut hamba Allah kecuali ia benar-benar beriman sehingga hatinya bershahadah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Ibu sentiasa membenarkan ilmu dari petunjuk kerna petunjuk mengajari ku tanpa perlu aku mengetahui akan hal itu sehingga aku di beri pencerahan Nya melalui petunjuk.

Syahadah itu, tersimpul disebalik simpulan iman. Perkataan bersaksi itu adalah sebuah penyaksian iman bg mereka yang mengetahui akan Allah. Lafaz shahadah dari bibir mereka yang tidak ‘mengetahui’ sangat jauh berbeda. Setelah mengenal Allah, barulah terbitnya perkataan sebutan bibir yang disertai dengan “rasa“.  RASA itulah maksudnya Mengetahui.

Selagi aku tidak binasa, tidaklah aku bersyahadah. Setelah wujudku lebur binasa, yang ada hanyalah wujudnya Allah. Mata hatiku terpandang wujudnya Allah sehingga ku fana dan kaku serta sejuk seluruh tubuh jasmani dan ruhani.

Inilah jalan makrifat yg ibu lalui tanpa ketahuinya terlebih dahulu.

Sebagai hamba Allah yang beriman, aku harus melalui Jalan penyaksian. Menyusuri perjalanan ini, diri terperiku di arah melafazkan shahadah di sebuah pejabat berkaca di alam ghaib. Apakah itu mungkin pejabatnya Rasul?

Manusia tidak bertugas untuk menyampaikan ilmu andai tiada shahadah di lafaz di alam ghaib.

Shahadah di alam bumi manakan sama bershahadah di alam ghaib.

Apakah bukti keimanan mu andai tiada ceritamu di alam ghaib? Nama mu tiada di sebut oleh para malaikat dan pembesar langit?

Begitu jika halnya dengan Kitab yang di karang tanpa pengetahuan ghaib adalah karangan nafsu semata-mata. Kata-kata mu memberi ceramah di masjid adalah ilmu yang tidak penting. Kamu hanya mencari rezeki dengan kepandaian berhujah dan berceramah.

Apakah ilmu seorang yang telah mengadap wajah-Nya sama ilmunya dengan mereka yang tidak mengenal Allah dan Rasul?

Sudah tentu mereka yang melalui pengembaraan ruhani menerokai lapisan hijab diri dan lapisan hijab arasy jauh berbeda dari kamu. Mereka orang-orang yang merendah diri dan tidak di kenali manusia. Ilmu mereka tiada yang tahu. Amalan mereka adalah rahsia dan ibadah mereka adalah khalwat. Mereka tidak menunjuk-nunjuk dan tidak menyuruh-nyuruh.

Kapalterbang yang turun dari langit adalah membawa utusan dan amalan. Pabila ia merempuh tubuh sehingga nyawa melayang dari jasad dan menjadi binasa bermaksud amalan itu sudah bersatu di dalam diri, hancur menjadi diri yang baru.  Dan ucapan shahadah menyatakan keimanan diri yang menjadi hamba Allah yang sedang menyusuri makam tiada tuhan melainkan Allah.

Begitulah interpretasi mimpi ini dari suluhan cahaya Allah.

Ibu bertemu dgn petikan ini dari salah satu laman blog

‘Ilmu syahadah adalah suatu ilmu yang tinggi didalam tingkatan pelajaran ilmu Allah yang dapat dikuasi oleh manusia. Ilmu ini adalah suatu ilmu makrifat dan syahadah yang sebenar-benarnya kepada Allah. Ilmu ini, Tuhan sendiri yang akan mengajar manusia mengenal diriNya’.

Umur ibunda sudah mencecah usia 41 tahun ketika shahadah ini di lafaz di alam ghaib.

Perjalananku di susun rapi oleh Sang Raja. Aku tiada kawalan di dalam mimpi. Apa yang di perlihatkan itulah yang aku ingati dan aku pegang. Aku tiada daya upaya untuk mengubah Jalan cerita di dalam mimpi. Aku bukan sang peramal aku juga bukan sang ustazah. Aku tiada terkenal dan aku tiada di kenali.

Ya Allah, apalah tugas hamba mu ini?

Aku hanya seorang wanita yang tiada kekuatan.

Lapisan hijab yang terbuka untuk seseorang manusia mampu mengembara jauh ke dunia yang lain.

Mimpi ibunda bukan lah karangan novel, namun inilah mimpi yang benar. Begitu telus mimpi ku sehingga setiap detik dapat ku gambarkan dengan jelas. Ianya jelas seterang lakunan di alam dunia. Mimpi ku bukan mimpi mainan.

 

Note: Maaf, kandungan mimpi ini agak membingungkan sesetengah pihak krn ucapan shahadah yang berlainan dari yang sepatutnya. Ini ungkapan mimpi, dan apa yang di ucap adalah simbolis dan punya maksud yang dalam. Ibunda tidak suka berhujah akan hal ini kerna sudah ku beritahu bahwa keadaan ibunda lagi sedang fana’. Maka sesungguhnya ia bermaksud aku sebagai hamba allah, tidak lebih dari itu.

8 Responses to “Kalimah la ilaha illallah”

  1. Dr Ismail Kassim

    Seorang Hamba Allah yang tidak mempelajari ILMU KALIMAH LA ILAHA ILALLAH matinya akan rugi tanpa dapat mengucap dan menyaksikan KALIMAH LA ILAHA ILALLAH , walaupun ia beibadah tanpa putus selama 100 tahun atau lebih.

    Ummat ISLAM semua nya di perintah untuk mempelajari ILMU KALIMAH LA ILAHA ILALLAH – [ Surah Muhammad - Ayat 19].

    Jika kita berpaling dari perintah ini , maka mati kita akan jadi matinya tanpa Iman [ 99% Ulama Billah dan Arifbillah bersetuju ] dengan pendapat ini.

    Pertama wajib kita mengenali terjemaah ILLAH dahulu
    ILLAH – Bukan TUHAN sebab tuhan itu HANTU
    ILLAH – Bukan GOD sebab god adalah DOG anjing

    Hanya awliya Allah atau ahli kalimah LA ILAHA ILALLAH sahaja yang kenal tentang ILMU ini.
    13 tahun Nabi Mulia mengajar tentang ILMU LA ILAHA ILALLAH sebelum turunnya SOLAt 5 waktu.

    http://www.ilmulyakin.blogspot.com
    http://www.haqquliman.blogspot.com
    http://www.kalimahlailahailAllah.com

  2. Princes sad

    Assalamualaikum …semalam saya telah bermimpi se begini rupa..ternyata sama dengan ibu kamu..tapi yang menghadapinya saya sendiri..sungguh menggerikan apapun mimpi ini sgt bermakna Sepanjang hidup saya saya telah 2kali mimpi yang sama kapal trbg jatuh dr atas ngam2 d mata saya.

  3. Nur Hidayah

    ‘Tiada Tuhan yang di sembah melainkan Allah dan Aku Pesuruh Allah’.

    Saya sekadar ingin bertanya, kenapa ‘Aku’? Bukankah ‘nabi Muhammad itu pesuruh Allah’?
    Saya mohon penjelasan. Maafkan saya kerana mungkin saya kurang memahami coretan ibu ini.

  4. ibunda

    Benar. ‘Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Muhammad Rasulullah’,Itulah shahadah kita. Harus di ingat shahadah ibunda adalah dlm keadaan mimpi dan fana. Roh diri yg bershahadah di alam ghaib tidak berada dlm kuasa fikiran diri zahir. Maka itu kupasan aku pesuruh allah itu bermaksud aku adalah hamba allah. shahadah ini adalah penyaksian mereka yg berada di dlm makam hamba allah yg sebenar. Setelah menjadi hamba allah barulah ada perjalanan menaiki tangga manusia beriman. Hamba allah itu harus melalui ujian redha,ikhlas, zuhud sebelum dpt mencapai makam manusia beriman.

  5. PCJ

    Assalam ibunda.. Ibunda mimpi atau pg secara sukma ye setiap yg ibunda lalui.. Sy tertarik dgn mimpi2 ibunda kerna saya pun salah seorang seperti ibunda..

  6. Esa

    AsSalamualaikum bunda…ananda tertarik dengan mimpi bunda. Bersyukurlah bunda di anugrahi nikmat seperti itu. Kalau menurut pendapat ananda,”aku” disini menunjuk kepada roh idhafi yg ditiupkan Allah pada penciptaan manusia sebagai wakilNya. Wakil adalah pesuruh bukan?
    Jadi dalam mimpi ini,penyaksian bunda menuju kesadaran tertinggi. Silahkan dicari ilmu tentang roh idhafi ini…
    Mohon maaf atas keterbatasan pengetahuan ananda..

  7. ibunda

    suatu pencerahan yg baik ttg roh idhofi. aku belum mengerti soal roh ini namun penjelasanmu suatu pelajaran buat ibunda. t.kasih

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Selamat Datang

Log in

Lost your password?