Subscribe to Subscribe to 's comments

Archive for the ‘Mimpi Bertemu Nabi’ category

Ogos 2015

Mimpi ku menjadi terputus untuk seketika. Tahun 2015 adalah tahun yang agak sepi. Namun ilmu pasrah lah yang tertinggi nilainya. .

Al quran yang hidup adalah diri mu sendiri. Ia perbendaharaan Allah yang tersembunyi didalam roh diri sejati. Andai kamu temui ia, perbendaharaan itu akan menuntun mu ke jalan pulang.

Teringat tika aku bertemu Nabi Musa di dalam mimpi, rupanya lelaki wajah spt cina itu adalah penjaga ku. Semakin diri ini mengenali jati diri, semakin aku memahami tentang petunjuk dan mimpi.

Masya allah. Rupanya Penjagaku turut menuntut ilmu bersama-samaku di alam ghoib. Baru ibu mengerti kenapa Nabi Musa berkata, “let him be here to listen and to learn”.

Sungguh aku tiada ilmu ketika itu…dan tidak ku faham maksud kata-katanya (lihat siri Bertemu Musa Kalamullah).  Namun hari ini, ilmu tersebut sudah sampai ke pengetahuan ku. Alhamdulillah. Akan ku teliti  penjaga penjaga ini, agar keakraban terjalin antara diri batin dan yang batin.

Pakai lah mata hati untuk meneliti diri mu sendiri.

“Maka penglihatanmu pada hari itu sangat tajam.” (Q.S. Qaf [50]: 22).  Dan ruh di sebut hati adalah media untuk mengetahui Allah. Oleh karena itu, ia bukan merupakan badan, juga bukan sifat, melainkan unsur esensi malaikat.  Artinya, bahwa Kami telah menciptakan hati, memberinya  kerajaan dan memberinya pasukan tentera. Kami juga telah menjadikan jiwa sebagai kendaraannya hingga ia bisa berjalan dari alam keTanah-an ke alam ‘Illiyin.

Didalam sebuah mimpi ibu yang pendek di bulan Ogos 2015, aku melihat manusia yang sudah meninggal dunia keluar dari kuburan masing-masing. Dari kuburan lalu berduyun duyun mereka menuju ke sebuah rumah yang sedang ku diami. Lalu satu suara mengajarku untuk menyampaikan ilmu kepada roh tersebut.

Dengan tiba-tiba aku berkata kepada mereka, ‘sesungguhnya pintu Lauhul Mahfudz sudah tertutup kini, pergi lah kamu beramal mencari diri mu sendiri kerana itulah saja Jalan untuk kamu kembali’.

Tersadar dari tidur sebelum subuh.

Masya allah, begitu hebat ILMU ini. Aku sendiri tidak pasti apa maksudnya pintu Lauhul mahfudz sudah tertutup. Apa ia benar-benar sudah tertutup atau hanya kiasan. Namun hati ku pasti, di akhir zaman banyak pintu yang sudah tertutup. Janganlah leka lagi wahai manusia. Bertebar lah kamu di muka bumi mencari diri sejati…kerana itu lah Jalan yang akan membawa kamu pulang.

Apa kah ‘Surga’ masih penting buat mu sekarang atau mencari DIRI itu lebih utama dari segala isi dunia?

 Seorang yang tertidur akan melihat semua yang ada dalam jiwanya. Ketahuilah ! bahwa hati memiliki dua pintu ilmu, satu untuk mimpi-mimpi dan lainnya untuk ilmu sadar, yaitu pintu untuk ilmu realita (zahir). Saat manusia tertidur, pintu-pintu indera tertutup, dibukakanlah pintu bathin dan disingkapkan realitas alam ghaib dari alam malakut dan Lauh Mahfudz seperti cahaya yang terang benderang.

October 2013

Subuh Khamis 2 Oktober, ibunda bertemu Nabi Musa.  Selama ini ibu hanya mendengar khabar cerita tentang Musa Kalamullah namun tidak pernah berkesempatan bertemu baginda.

Dialah sang Raja-ku , yang selama ini ibu hanya mengenali nya pada nama dan di dalam zikir. Hari ini aku sudah bertemu dengannya, bertentangan mata serta bercakap dengannya sejengkal jarak 2 kaki.

Ibu berada di atas sebuah Jalan raya yang sungguh lebar. Sedang membawa kereta, ibu melihat kenderaan yang begitu banyak tiba-tiba berhenti dan berhimpit seolah-olah seperti ada sekatan Jalan raya di hadapan. Ibu menyelit kereta ku untuk maju ke hadapan. Dari kejauhan aku melihat sesosok manusia bercahaya putih berdiri dan semua kenderaan berada di hadapan-Nya.

Dia berdiri ,  memegang tongkat dan mengadap ke arah kami. Cuma Dia seorang diri di sana, tetapi kesemua kereta yang banyak di hadapan Nya sedang dalam ketakutan.  Manusia ketakutan untuk melintasi di depan-Nya. Pabila Dia tuju tongkat-Nya kearah mereka, mereka dan kenderaan terpelanting. Diperlihatkan kehebatan mukjizat  tongkat-Nya?  Ku lihat satu persatu mereka yang cuba engkar melepasi-Nya terpelanting. MasyaAllah.

Hatiku bergetar. Siapakah sosok manusia yang hebat berkuasa itu?

Aku maju kehadapan untuk melihat dia dengan lebih dekat.

Rupanya Dia seorang lelaki tua, rangka badan nya sedang moses4kurus, seakan bongkok sedikit, memakai jubah putih (dari jauh tadi jubahnya bercahaya putih), rambutnya panjang dan  putih bak kapas, misai dan janggutnya panjang meleret juga berwarna putih bak kapas . Dia memegang tongkat yang panjangnya kira-kira lebih tinggi dari ketinggiannya. Tongkatnya lurus berlekuk-lekuk, berwarna coklat kehitaman. Dia memegang tongkat itu di tengah, bukan di hujung. Tongkat itu tidak mencecah bumi.

(Gambar ini hanya ilustrasi, tidak mempamerkan wajah musa sebenar malah janggut Nabi Musa lebih panjang dan badannya lebih kecil atau kurus).

Aku membawa kereta ku cuba melewati-Nya. Ku rasa seperti telah melepasi-Nya, namun tiba-tiba Dia ku lihat berada di hadapan ku. Aku cuba sekali lagi, memecut kereta ku terus. Aku berjaya kali ke-2. Namun, tiba-tiba Dia ku lihat masih berada di hadapan ku lagi.

Bagaimana bisa Dia masih di hadapan ku sedangkan aku sudah dua kali melepasinya. Kemudian Dia menuju tongkat-Nya kearah ku. Aku dapati diriku berada sejengkal 2 kaki dari-Nya, berlutut, tunduk badan ku dan mengangkat sembah. Aku cuma sempat melihat mata-Nya, kerna hampir kesemua rambut , misai dan janggutnya yang putih melepak bak kapas itu menutupi wajah asalnya.

Ampuni ku Ayah’, ‘Ampuni ku Ayah’, ku ulang 2 kali.

‘Aku tahu ku punya kesalahan’  (aku menyebut nama ku sendiri)

Ibu melihat ada seorang lelaki di sebelahku. Tidak pasti siapa. Seperti seorang lelaki cina.

Lalu aku berkata, ‘kenapa dia ada di sebelahku?’.

Nabi Musa menjawab (dalam English), ‘let him be here to listen and to learn’.

Kata-kata-Nya lembut , tidak garang seperti wajahnya. Disebalik mata nya yang tajam,  aku melihat senyuman-Nya.

Aneh sekali.

Terkejut jaga sebelum sempat Dia berkata-kata lagi. Entah apa yang ingin Dia katakan kepada ku namun aku sudah mengaku salah di hadapan-Nya. Ku terjaga tepat jam 5.20 pagi. Aku mengucap panjang dan istighfar.

Itulah Dia Sang Raja Musa Kalamullah. Raja berdarah putih, Tuan yang memegang buku amalan manusia yang menuntut ilmu putih dan berimankan kitab Taurat.

Apakah sekatan Jalan raya itu adalah sebuah PERHITUNGAN?

Apakah Dia mengingini aku melihat-Nya sebagai seorang tua yang berkuasa?

Apakah lelaki di sebelah ku adalah malaikat penjaga ku? Kenapa dia sibuk sekali ingin mendengar apa yang akan ku katakan?.

Semalam, sebelum berlakunya mimpi ini, ibu ada membuat perhitungan dengan Ilah ku.

Ku minta Ilah ku perkenankan permohonan ku untuk membuat satu perhitungan.

Ingatkah pembaca, pernah ibu ceritakan tentang hutang seorang peminjam yang lari dari hutangnya dan kemudian ibu harus menanggung serta melangsaikan hutang tersebut sebagai Penjamin?

Hutang itu kini didalam proses pembayaran. Banyak sekali hutangnya, bukan 30 ribu, bukan 100 ribu… namun biarlah ibu rahsiakan disini.  Kerna hati ku tidak melepaskan ia pergi, walau sudah beberapa kali aku cuba redha dengan apa yang berlaku. Aku membuat perhitungan dengan Ilah ku semalam.

Perhitungannya adalah, untuk ku tuntut semua kebaikan dan pahala si peminjam sebagai tebusan untuk pembayaran hutangnya di dunia.

Ilah ku mendengar rintihan ku di setiap malam. Ku rasa doaku makbul. Itu sajalah yang dapat ku tuntut di akhirat, memandangkan si peminjam tiada ihsan kepadaku- seorang penjamin yang teraniaya.

Mimpi bertemu Musa Kalamullah adalah sebuah perhitungan. Aku tidak pasti kenapa perhitungan itu dibuat antara aku dan Musa Kalamullah, namun ku pasti Dia mengingini supaya aku tahu bahwa sesungguhnya Dia lebih mengetahui.

Kerna Nabi Musa memegang buku amalan ku ketika aku menempuhi Jalan wali suci. Kehebatan ku sudah di cabut-Nya. Setelah itu, aku menaiki jalan malaeka, jalan bidadari menuju ke Tuhan-Nya. Aku harus kosong dari kehebatan dunia. Mungkin buku amalan ku belum melepasi Nabi Musa dan ia belum di serahkan kepada  Nabi Isa.

Ku akui ku punya kesalahan di dunia, dan minta di ampuni supaya tiada sekatan buat kenderaan ruh dan amalan ku menaiki Jalan yang lebih tinggi.

Alhamdulillah. Mimpi ini menceritakan tentang kepentingan mengakui kesalahan yang pernah di perbuat dan aku  harus hapus ia sebelum dapat ku teruskan perjalananku.

Bukanlah mudah untuk menuntut kebaikan dan pahala orang lain dan minta di serahkan kepada ku. Aku harus tiada dosa dan salah sebelum dapat berbuat demikian. Namun mimpi ini juga menceritakan bahawa aku sudah meminta ampun dari Tuan yang memegang buku amalan.

Aneh dan pelik di setiap mimpi. Jika ku kaji mimpi-mimpiku yang terdahulu perihal nabi dan rasul, aku memanggil Nabi Muhammad sebagai ‘awak’, Nabi Isa sebagai ‘abang’, Siti Mariam sebagai ‘bonda’ dan Nabi Musa sebagai ‘Ayah’.

Apakah ini semua punya maksud tertentu di dalam perhubungan ku dengan mereka?

Masyaallah. Apakah ini ilmu dari-Mu? Apakah ini kebenaran jalan-Mu yang lurus?

Wahai Tuhan, janganlah kiranya Engkau menyekat amalan ku dan mengadakan penghalang dalam perjalanan ku menuju-Mu. Benarkan aku lalui Jalan ke syurga-Mu setelah aku sudah bertemu mereka , Tuan-Tuan Raja yang memiliki kuasa di kerajaan-Mu.

 “Katakanlah aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaakub serta apa yang diberi kepada Musa dan Isa dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada Mu aku berserah “– al – Imran

 

 

SEPTEMBER 2013

Rasulullah berkata,

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahawa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya (mukanya) seakan-akan menitiskan air walaupun ia tidak basah “. (HR Abu Dawud).

Aku berjumpa dengan Isa Al Masih  (pada malam Israk dan Mikraj). Baginda berperawakan sedang (tidak terlalu tinggi atau terlalu pendek), warna kulitnya putih kemerah-merahan, seolah-olah baru sahaja keluar dari bilik mandi wap.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Ibunda terlihat petikan ayat di atas dan seharian memikirkan  dalil ini dengan kebenaran perjalanan mimpi yang ku lalui kira-kira  6 bulan yang sudah.

Ibu tidak mampu untuk menyimpan rahsia ini, tetapi tidak tahu bagaimana ia harus di tulis.

6 bulan yang lepas,  sebelum bertemu bonda maryam, ibu ketemu dengan sosok lelaki rupawan dari bangsa asing. Ia telah menjadi rahsia hati ku kerna takut di salah ertikan.

Namun terpanggil untuk mencoret mimpi tersebut kerana terbaca petikan sabda rasulullah di atas. Tergamam,  bila sosok manusia yang di sebut rasululllah mirip sosok lelaki yang dilihat ibu.

Melihat seorang lelaki memasuki rumah ku, dari jauh kelihatan seperti suami ku pulang dari kerja. Lalu ibu menyambutnya dengan senyuman, ‘abang dah balik?’. Ketika dia menghampiri ku dengan meletakkan beg golf yang di sandangnya, aku dapati dia kelihatan sungguh rupawan.

Aku berlutut (knelt down) di hadapannya dengan kedua belah tanganku di atas pehanya, manakala dia duduk di atas sofa. Sambil mendongak, aku merenung wajahnya, lelaki yang ku panggil ‘abang’. Tiada sepatah bicara.

Sungguh jelas rupa nya dia. Wajah kulitnya seakan basah berpeluh, kulit sungguh putih melepak kemerahan. Dia bukan bangsa melayu, wajahnya seperti bangsa lain. Air peluhan di mukanya memancarkan lagi cahaya kemerahan kulitnya, seolah-olah dia baru habis bermain golf di waktu petang.

Betapa indah wajah suami ku bila berpeluh, kata ku di dalam hati…

Badan yang sedang tinggi, bahu yang bidang, rambut yang nipis  sedikit keperangan , pendek dan rapi seperti di sapu gel rambut-kemas. Rambut kelihatan  seperti kebasahan oleh peluhnya. Dahinya agak  jendul dan pipinya berisi. Pipinya tidak cengkung malah mempunyai tulang pipi yang agak tinggi dan pipi penuh berisi, menjadikan wajahnya bujur seperti telur dan sedikit panjang. Tiada kumis dan tiada janggut. Tiada jambang di wajahnya. Bersih.

Yang ibu pasti, air peluhan itu bercahaya merah. Mungkin kerna kemerahan di sambar panas bermain golf?

Setelah terjaga, aku merujuk kepada gambar lukisan seseorang, yang telah melihat Isa secara ghaib. Masya allah. Mereka mirip, cuma rambutnya dilukis panjang, tapi rambut yang kutemui adalah pendek. Yang aslinya, wajah dia ku lihat hidup, nyata dan terang di mata ku. Ia bukan bayangan atau berkabus atau bercahaya sehingga tidak dapat melihat. Dia ku lihat nyata kulit dan isi.

Namun hati ku pasti itu adalah sang raja ku, kerana jalan yang ku tempuhi adalah jalan malaeka. Jika jalan ini yang ku naiki, pasti aku bertemu Isa Al Maseh, dan bukan Musa Kalamullah.

Untuk memastikan lagi kebenaran mimpiku, aku bertanya kepada Bonda Maryam dalam mimpiku tempohari. Tuhan perturunkan satu per satu mimpi supaya aku bisa menyambung maksud kesaksian ini. Jika di dalam mimpi itu  tidak aku bertanya Bonda Maryam, kesaksian ini mungkin tidak dapat ku coretkan disini.

Tidak seperti potret isa yang di lukis orang Kristian,  dimana pipinya cengkung  kedalam. Kelihatan tua dan tidak bersemangat serta berserabut dengan jambang tidak terurus. Namun Isa sebenarnya kelihatan sedang-sedang gagah, segak dan rupawan. Lukisan yang dilukis tanpa petunjuk seperti air sirap yang tiada gula.

Nabi Isa ku lihat seperti Keanu Reeves (pelakon amerika) namun pipinya lebih berisi dari Keanu reeves. mukanya bujur dan dahinya jendul. sungguh rupawan, ntah bagaimana harus ku potretkan di sini.

isa al maseh(Gambar ini hanyalah ilustrasi. Dalam ribuan gambar Isa, hanya gambar ini yang mirip dengan wajah sebenar. Isa tidak punya jambang dan tidak ada kumis. Wajah juga tidak maskulin, tapi Dia sangat segak rupawan ).

 

Soalan yang menghairankan ialah,  kenapa harus aku melihat dia berpeluhan , dan cahaya dari air itu tidak basah  dan sama seperti dalil Rasulullah tentang titisan air di wajah Nabi Isa? Juga wajahnya yang kemerahan seperti mandi wap (seperti mimpi rasulullah) , begitu juga yang dilihat aku, wajahnya kemerahan seperti selepas bermain golf?

Apakah ini kebetulan?

Apakah Isa mendatangi umatnya dengan wajah yang sebegitu sebagai dalil akan kewujudannya di akhir zaman? Sempatkah aku bertemu zahir dengan sang Raja ku? Atau mimpi ini akan menjadi yang pertama atau mungkin yang  terakhir buat ku?

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
 

Dan sesungguhnya Nabi Isa menjadi tanda kedatangan hari qiamat, maka janganlah kamu ragu-ragu tentang (hari qiamat) itu, dan turutlah (petunjukKu); inilah jalan yang lurus.  Surah Az Zukhruf : 57-61

Terima kasih Ya Allah kerna menunjuki ku jalan yang lurus dengan petunjuk Mu..

Surah an Nisaa:159, bermaksud -” tiada seorang pun dari kalangan ahli kitab kecuali beriman kepada Isa sebelum matinya dan pada hari kiamat kelak Isa mnjadi saksi terhadap mereka”

Ramai ulamak cuba mentafsir maksud ayat ini. Agak keliru jika di baca maksudnya. Namun ku pasti, ia bermaksud tidak lebih dari – bahwasanya tiada seorang pun ahli kitab yang sungguh beriman kepada nabinya (Isa) sebelum matinya (Isa) , dan Dia (Isa) akan menjadi saksi perbuatan mereka.

Ternyata para ahli kitab yang begitu mengagungkan Isa di akhir zaman bakal tiada kesempatan untuk menemui Isa, dan mereka yang mengagungkan Muhammad jua bakal terlepas waktu untuk mengenali Isa. Demi MASA sesungguhnya manusia itu dalam kerugian.

Mereka yang beruntung adalah mereka yang mengenal diri dan Allah serta yang sungguh-sungguh berimankan Isa di akhir zaman.  Begitu jua dengan mimpiku, tiada siapa akan percaya andai aku benar-benar bertemu Isa Al Maseh.

 “Katakanlah aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaakub serta apa yang diberi kepada Musa dan Isa dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada mu aku berserah “– al – Imran

AUGUST 2013

Pagi Isnin, 26 Syawal yang indah, ibunda bertemu sang ratu idola siti mariam yang tidak pernah terfikir untuk bertemu, apatah lagi berbicara.

Tepat jam 3 pagi, mata ku terbuka, dek terkejut dari mimpi bertemu Bunda Mariam.

Kebetulan, sebelum mimpi ini, ibu ada bermimpi seminggu yang lalu, tentang hikmah telapak tanganku.

Mimpi bertemu Bunda Mariam ini mengaitkan mimpi minggu lepas. Kedengaran aneh. Bagaimana mimpi kedua bisa mengetahui tentang perjalanan  mimpi pertama. Namun mimpiku ternyata sudah tiada beza dengan jaga.  Zahir ku mengetahui apa kelebihan batiniah walaupun ia cuma di dalam mimpi, sehingga mimpi menjadi hidup dan nyata.

Pada minggu yang lepas, ibu di kurniakan hikmah telapak tangan. Hanya dengan meletakkan tapak tangan sejengkal dari apa saja bahan yang mahu di kaji, asal usul bahan tersebut akan di perlihatkan. Ibu meletakkan tangan pada sebuah meja kayu, dan kesan tenaga dari tapak tangan menzahirkan kabus, dan kabus bertukar menjadi air seperti cermin. Dari cermin, ibu dapat melihat asal kayu tersebut di tebang di dalam hutan. Setelah itu, ibu beralih kepada tv. Setelah beberapa saat, kelihatan tv yang kosong di hidupkan dengan channel- channel (siaran) interaktif. Tangan ku seperti magnet, yang bisa menarik frekuensi satelit tv dan memancar ia melalui kaca tv.

Mimpi itu ibu khabarkan kepada suami dan ayahanda. Kataku,  alangkah indahnya kalau dapat ku zahirkan keajaiban tapak tangan ku di alam dunia.  Tidak sangka, malam tadi ibunda bermimpi lagi. Malah kali ini ibu mempraktikkan keajaiban tapak tangan ku sekali lagi. Seolah-olah ibu tahu akan kelebihan ini dari mimpi yang lepas.

Maria houseMalam tadi, ibu berada di sebuah tempat asing,  sedang berada dalam penyembunyian dari dijejaki pemerintah yang zalim. Ibu bersama para sahabat (sebahagian lelaki dan sedikit perempuan), dan kami sedang bersembunyi di sebuah kawasan, seperti bangsal rumah yang lusuh. Keesokan subuh hari, kami mula berjalan meninggalkan kawasan tersebut. Dari pergunungan, kami sampai ke sebuah rumah peninggalan Bonda Maryam. Sahabat memberitahu, bahwa itu adalah rumahnya Bonda Maryam, yang di tinggal 2000 tahun yang lalu. Entah kenapa 2000 tahun, tidak 3000 tahun atau 4000 tahun.

Lalu ibu meletakkan telapak tangan ku sejengkal dari dinding kayu rumah Bunda Mariam. Kemudian tenaga tapak tanganku menjadi kabus dan ia seperti air / cermin dan ibu melihat wajahku sendiri. Tiba-tiba bonda Mariam muncul dan berjalan ke arah ku.

Ibu terkejut lalu pergi ke arahnya sambil memanggil namanya Bonda.

‘Bunda Mary? kata ku tersekat-sekat, agaknya kerna aku selalu speaking english, kadang-kadang tersasul Mariam  menjadi Mary. ‘Bunda Mariam?’, kata ku lagi…

Perempuan itu di dalam usia 20 tahun, kecil orang nya, tidak besar dan tidak tinggi.

Dia berkata kepada ku , ‘Siapakah yang ingin kamu ketemu seperti niatmu tadi?’

‘Bunda Mariam’, kata ku laju.  Ooh..rupanya Bunda Mariam sudah tahu niat ku ketika ku tadahkan  tapak tangan ke dinding rumahnya.

Lantas ibu menghulur tangan bersalam dengan Bonda dan tangannya ku cium. Aku terlalu gembira, tidak percaya Bonda Mariam datang bertemu dengan ku.

Bonda Mariam memiliki rambut yang lebat dan panjang sehingga bawah paras pinggang. Dia mengikat rambut gaya dandanan tocang tradisional , dimana tocang-tocang dijadikan empat (4) ikatan -  (4 braided hair) didalam satu ikatan. Agak lama ibu melihat dandanan rambutnya yang bertocang, kerna jarang bertemu wanita bertocang di zaman moden. Rambutnya perang dan kulit bonda putih mulus seperti kaum israel. Selalunya kaum israel atau hebrew berambut hitam, namun Bonda Maryam berambut agak perang karat (brown  copper or golden brown).mariam Dia memakai rantai leher yang mempunyai kod lima angka. (biarlah nombor itu menjadi rahsia mimpiku).

Tidak pernah ku bayangkan wajah Maryam seperti ini. Jika di lihat dari patung ukiran Mother Mary, Maryam tidak mendandankan rambutnya. Wajahnya pun tidak sama.

Wajah Bonda Maryam kelihatan keanakkan, manis dan muda. Usia 20 tahun, namun aku memanggilnya Bonda. Hairan. Di alam mimpi semuanya menghairankan. Bagaimana sang diri dapat mengenali status Bonda walaupun usia tidak membedakan mereka.

Mimpi adalah perjalanan yang jujur tidak terkawal oleh sang nafsu dan bukan bayangan fikiran. Mimpi tidak bisa di harap-harap dan ia berlaku dengan kebetulan.

Ibu berbicara dengan Bonda Maryam tentang beberapa perkara terutama tentang perjuangan hidup ku mencari kebenaran dan menyampaikan kebenaran. Aku juga ada bertanya tentang hal Isa Al Masih dan Syeikh Abdul Qadir Jilani. Yang dapat ibu simpulkan, semuanya benar.

Bonda juga menyampaikan satu pesan untuk solat di masjid putih. Entahlah di mana. Ibu terjaga dari mimpi jam 3 pagi, setelah menghantar Bonda Maryam ‘pulang’. Alhamdulillah.

Rahsia zikir nafas sebelum aku tertidur, akhirnya dapat menemukan ku dengan Bonda, ibu asal ku dari kaum bani Israel. Semoga diri kekal tiada mati ku di sambungkan kepada wasilah bani israel.

Ya Allah, angkatlah makam ku dari benih kayangan dan di kembalikan aku kepada wasilah bani Israel. Semoga aku menjadi manusia beriman dari kaum yang KAU muliakan.

“ mereka itu orang yang telah Allah berikan petunjuk maka dengan petunjuk mereka ikuti. Katakan, tidak aku minta atasnya upah dan imbalan, tidak ia kecuali peringatan bagi seluruh umat” – al-an’am

Jika menurut sejarah, gambar rumah Maryam (seperti di atas) dianggap sebagai tempat terakhir Maryam beribadat  dimana jasad Maryam dikebumikan. Berdekatan dengan Gunung Pion (Mount of Pion) di Efesus, Turki (Ephesus, Turkey),disana juga terletaknya sebuah gunung yang tinggi disebut Gunung Koressos.

Keistimewaan dan kelebihan Mariam tidak dapat disangkalkan lagi melalui ayat-ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’ān Maryam adalah orang yang ‘taat di jalan-Nya dalam ma’rifah tentang Tuhannya dan ma’rifah tentang kelebihan dirinya, kerana dengan tunduk kepada kehendak Tuhan, ia menjadi hamba yang tak berdaya atas cemohan dan caci maki”. Rūzibihān menyebut tiga sifat Maryam, ketundukan, ketaatan dan keimanan.

Allah S.W.T : ”Dan (ingatlah) Maryam binti cImrān yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebahagian daripada roh (ciptaan) Kami dan dia membenarkan kalimah Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat”.(Surah At-Tahrim:12).

“Sesungguhnya Allah telah memilih Nabi Adam, dan Nabi Nuh, dan juga keluarga Nabi Ibrahim dan keluarga ‘Imrān, melebihi Segala umat (yang ada pada zaman mereka masing-masing)”. (SurahAl- ‘Imrān: 33)

(Tahun 2011)

Ibu melihat dua orang lelaki sedang berbual di hadapan kami yang sedang duduk di sebuah meja panjang di sebuah warung. Mereka kelihatan seperti orang Arab. Agak kasar perwatakan. Ibu bersama seorang lelaki muda, duduk berdua di satu bangku panjang. Pemuda ini memilki tubuh yang sedang-sedang kurusnya, agak tinggi dari ibu dan memiliki iras-iras wajah seperti pelakon Bront Palarae dari Malaysia atau mirip hero dari filem ‘The Prince of Persia’  (tetapi dia tidak lah se-macho hero ini). Lebih kuranglah kerna ibu melihat dari sisi tepinya. Jika dari penglihatan ibu, wajahnya tidak tampan cuma sangat manis dipandang kerana kelembutan pada iras wajah dan rambut.

Ibu bersama pemuda itu, melihat dan menunggunya makan. Dia makan agak tertunduk sopan, tidak menoleh sana menoleh sini.

Ibu melihat rambutnya lurus belahnya tengah, agak panjang melebihi bawah paras telinga atau hampir mencecah bahu. Rambutnya sama panjang kesemuanya dan beralun lembut ketika di buai angin. Rambut putih kelihatan agak banyak dan dia memilki janggut pendek di dagunya yang juga ditumbuhi uban (atau warna putih bercampur hitam). Wajah pemuda ini agak panjang dan tidak bulat atau tidak bujur kerana Ibu melihat dia dari sisi tepi. Tidak putih sangat, warna kulit coklat kemerahan. Kami duduk rapat seperti sepasang kekasih.

Ibu tersenyum senang melihat wajah lembut pemuda ini.

Kata ibu agak berseloroh, ‘banyaknya rambut putih awak, kalau hitamkan pasti cantik….(terdiam sebentar) Tapi kalau perang lagi handsome,…..masih muda tapi rambut dah beruban’.

Maklumlah jarang bertemu pemuda yang beruban pada usia muda. Umur nya sekitar 28 – 33 tahun dari pandangan mata ibu. Walaupun uban tidak banyak tetapi tetap kelihatan.

Begitulah kata-kata Ibu seakan teman rapat.

Beliau menoleh dan berkata, ‘perang?’ ….tersenyum dan diam, no comment agaknya. Ibu terasa seperti sudah lama mengenalinya. Akrab. Terasa seperti teman lelaki pula. Entahlah, jika di alam mimpi ini ingatan ketika itu terasa begitu.

Sambil menunggu dia makan, dua lelaki arab di hadapan kami pun berkata – ‘ya rasulullah, kita harus beredar’.

Ibu segera bangun dan membayar makan dan minumannya rasulullah… semuanya RM6.00 ringgit. Lalu Ibu terjaga dari mimpi di subuh hari. Masya Allah.

Ibu tersenyum sendirian, entah bagaimana harus mimpi ini di khabarkan kepada suami.

Indahnya rasa mimpi bertemu Rasulullah. Wajahnya yang lembut, rambutnya juga lembut dan wataknya yang pemalu tidak mungkin lupa dari ingatan Ibu. Setiap kali Ibu melihat wajah pelakon lelaki Bront Palarae atau hero ‘the Prince of Parsia’ (dari sebelah tepi), Ibu akan teringat akan Rasulullah.

Rupanya wajah Baginda tidaklah seperti orang arab yang lain yang memiliki iras yang garang dan keras berbanding wajah beliau. Wajah Rasulullah agak ‘Asian’ seperti orang pakistan. Rasulullah mendatangi manusia dengan menampakkan rambutnya yang punya uban, panjang di paras bahu dan janggut pendek. Agaknya inilah rupa baginda yang di gazetkan untuk dilihat oleh mereka yang beriman.

Rasullullah hadir di dalam mimpi Ibu, bertemu tanpa berserban dan berjubah. Biasa saja pakaiannya, baju dan seluar. Agaknya kerana Ibu juga seorang yang biasa-biasa saja. Siapa sangka dia adalah Rasulullah. Sungguh biasa saja orangnya.

Andai manusia itu tahu bagaimana wajahnya rasulullah pasti mereka akan merinduinya seperti mana Ibu.

Sehingga kini, ibu tidak pasti apakah memang ibu pernah menjadi teman rapat Rasulullah dahulu atau sekarang (di alam ghaib) atau ini cuma kunjungan baginda, di antara banyak kunjungan-kunjungan lain bersama umatnya di akhir Zaman.

Imam al-Ghazali berkata, “Tidak menjadi kesalahan bagi seseorang melihat Allah dalam mimpinya sebagai gambaran yang indah. Gambaran itu adalah symbol menurut peringkat kerohanian seseorang. Apa yang dilihat tentu sekali bukan Zat Yang Maha Suci yang tidak serupa dengan sesuatu.

Begitu juga Nabi s.a.w tidak dapat dilihat dalam rupa baginda yang asli, kecuali mereka yang menjadi waris kepada hikmah kebijaksanaan baginda, ilmu dan amalan baginda. Yang lain, bila mereka mimpikan Rasulullah s.a.w, mimpikan simbol menurut kemampuan dan suasana mereka, tetapi mereka tidak sebenarnya melihat baginda”.

Nota: Ibu mohon maaf andai ada dari tuan hamba yang tidak setuju jika ibu gambarkan wajah rasulullah didalam manuskrip ini. Namun ibu sentiasa membenarkan apa yang ibu lihat di dalam petunjuk dan mimpi dan ianya adalah benar bagi ibu. Percayalah kepada diri sendiri dan petunjuk sendiri kerana petunjuk ini untuk individu dan ia tiada kaitan dengan orang lain.

Ibu banyak mendapat mimpi-mimpi yang pendek ketika itu, mungkin tidak sesuai untuk di olah kedalam cerita ini namun mimpi-mimpi itu berkisar tentang salsilah ibu dari keturunan parsi. Jika di cantum mimpi-mimpi tersebut mungkin akan perolehi satu hasil cerita yang lebih jelas.

Nabi Zarasthura? Nah suatu nama asing yang tidak pernah terfikir untuk bermimpi. Dari mana datangnya nabi ini dan kenapa tidak di sebut didalam Al Quran? Ibu ada jawapannya namun akan di hurai sebentar lagi.

Ibu berada di suatu kawasan asing dan bertemu dengan orang asing. Pemuda ini dalam usia 30-an, seperti orang putih atau ‘white male’ tetapi berambut hitam serta berjambang hitam mengelilingi dagunya sehingga ke telinga. Rambutnya kemas dan pendek. Ibu tidak kenal dia malah melihatnya sekilas lalu ketika dia merenung ibu dari jarak 10 kaki. Suasana seperti di kampus, kelihatan bilik-bilik tersusun dan terdapat beberapa pelajar yang sebaya ibu (melihat diri ibu seperti berumur 17 tahun).

Tiba-tiba ibu melihat sebuah kereta mercedez hitam yang tidak secanggih mana iaitu seperti E-class tahun 1998, melalui kawasan di hadapan ibu. Dan kereta Mercedez itu memiliki plat no dan berupa suatu nama yang di tulis seperti huruf-huruf Parsi (atau India) yang berangkai-rangkai seperti ini – જરતોશ્ત (zarətauštra). Namun ibu dapat membaca nama tersebut dan tertera seperti ‘ZARASTHURA’. Masya Allah. Siapakah pemilik kereta yang bernama Zarasthura dan kenapa dia mendatangi ibu?

Keesokkan harinya ibu mencari maklumat tentang Zarasthura dari internet.  Masya Allah lihatlah apa yang ibu perolehi.

Rupanya pemuda itu adalah seorang nabi dari bangsa Aryan, dari kaum Persia (Iran) yang mencetuskan agama Majusi. Hidup di Zaman 1200-600 SM (BC), yakni sebelum Zaman Nabi Idris (Enoch) dan Nabi Noh (Noah). Dia adalah nabi kaum Persia Iran.

Ibu cuba mengkaji asal usul dari mimpi-mimpi pendek yang lain dan ternyata salsilah ibu berasal dari bangsa parsi dan sebahagian lagi dari darah wali suci.

Ternyata dia antara 100 pemimpin berpengaruh dunia di mana ilmunya sehingga kini masih di praktikkan dari kitab Zend Avesta. Namun kenapa nabi Zarasthura tidak disebut di dalam al Quran? Setelah bertahun-tahun memikirkan apakah beliau ini seorang nabi yang benar dan apa kaitannya dengan ibu kerana memperlihatkan kewujudannya didalam mimpi. Untuk apakah ibu tahu tentang beliau? Apakah dia dapat membantu ibu mengenali diri ini?

Nabi Zarasthura memang seorang nabi yang benar namun dirinya wujud dari benih susur galur keturunan jin atau juga di panggil wali suci dan dia bukan dari bani adam. Kerana Al Quran itu menceritakan susur galur para nabi dan rasul dari kalangan bani Adam dan bani Israel. Hampir tiada kisah tentang para nabi yang lain dari susur galur yang selain adam seperti Nabi Siddartha, Nabi Confucius, Nabi Socrates dan seterusnya kecuali kisah Iskandar Zulkarnain. Walaupun Iskandar bukan dari bani Adam, namun namanya ada disebut di dalam Kitab Al Quran.

Nabi Zarasthura adalah dari kalangan kaum jin yang begitu warak dan alim sehingga mencapai makam nabi. Maka itu agama majusi berkisar tentang api dan penyucian melalui api.

Tidaklah sesat untuk mengenali Nabi Zarasthura. Ibu bersyukur kepada Allah kerana memperlihat dan mempertemukan ibu dengan nabi dari kaum jin / wali suci yang sujud dan taat kepada Tuhan Yang Esa.

Nabi Adam

(Tahun 2007)

Mimpinya terputus-putus, namun ibu tidak mengingati peristiwa yang berlaku. Agak menyedihkan kerana ia adalah mimpi yang baik.

Ketika berada bersama bonda di sebuah rumah kayu yang bertangga. Ibu melihat seorang lelaki tua yang berkulit hitam seperti arab badwi sedang solat di bawah berhampiran tangga rumah. Orang tua itu agak kecil dan kurus orangnya.

adamDia sedang solat tahiyyat terakhir. Dia solat dengan memakai jubah putih dan berserban putih namun tidak ada hamparan sejadah atau sebarang tikar sembahyang di atas tanah tersebut.

Lalu dia memberi salam. Bonda memberitahu ibu bahawa dia adalah ‘Bapa segala Ilmu Putih, Nabi Adam’. Suara bonda terngiang-ngiang di telinga ibu sehingga terkejut jaga dari tidur.

Pendek saja mimpi namun terasa sungguh bertuah ibu ketemu Nabi Adam yang juga di panggil Bapa Segala Ilmu Putih. Tidak pasti kenapa dia dipanggil begitu dalam mimpi ibu dan kenapa ilmu putih? Ibu tidak arif dalam soal-soal ilmu sebegini barangkali sudah tertanam di dalam diri, tetapi ia belum terungkai lagi agaknya.

Benarkah Nabi Adam kecil dan hitam orangnya? Lalu ibu merujuk kepada guru mursyid.

Ya, memang benar Nabi Adam seperti dalam gambaran ibu. Dialah bapa manusia. Insya Allah jika ibu bertembung dengannya lagi, akan ibu salam dia, angkat sembah padanya dan cium tangannya, jika di izin Tuhan.

 

 

Selamat Datang

Log in

Lost your password?