Subscribe to Subscribe to 's comments

Archive for the ‘Jalan Malaeka (Bidadari)’ category

November 2015

Bulan November yang datang agak tergopoh gapah sehingga masa berlalu tidak di sedari. Begitu jua dengan ku. Terganggu dengan kehadiran bisness yang memaksa ku menghabiskan sisa malam dengan memikiri hal dunia.

Malam itu diri ini sungguh letih dan terlajak tidur. Aku di buai oleh sebuah mimpi ketika subuh sedang berlangsung.

Mimpi pendek singgah di alam dimensi bawah sedar ku. Aku melihat seorang wanita bercakap di hadapan mikrofon di sebuah majlis agama.

 Dia mengalunkan sebuah lagu yang sungguh merdu dan suaranya sungguh lantang. Di depannya ada sebuah scroll, mungkin skrip lagu. Sebaris lagu di alun dalam Bahasa arab, dan sebaris lagi dalam Bahasa Malaysia.

Baris kedua itu ialah, Apakah kamu sudah BERBICARA dengan Allah hari ini?”

Aku tersentak dengan ayat tersebut lalu terkejut dari tidur. Melihat fajar pagi sudah kelihatan.

Apakah maksudnya? Nah, inilah yang berlaku….

Sejak kebelakangan ini ketika ku menyelami kata-kata para makrifat tentang SADAR ALLAH dalam kehidupan , zikir dan solat. semalam aku di berita kan dengan ILMU yang baru,  sebuah pencerahan ttg , BICARA dengan TUHAN.

 Kenapa wanita itu tidak menyindir ku dengan kata-kata seperti ;  “Apakah kamu sudah SOLAT hari ini?’

Kenapa kata-katanya begitu halus…. kiasan. BUKAN SOLAT yang di sebut tetapi BICARA dengan Allah.

Apakah pernah kamu jadikan SOLAT itu BICARA hati?

Solat yang di katakan ‘Berbicara’ itu adalah solat  khusu’ dan penuh kerinduan kepada-Nya.

Rasulullah bersabda :” As sholatu mi’rojul mu’min, Sholat itu adalah Mi’rajnya orang mukmin “ . Barang siapa yang ingin berbicara dan bercakap cakap dengan Allah, lakukan solat yang khusu’ dan benar.

Untuk mendapatkan kekhusu’an dalam solat kita harus mengerti apa yang kita lafaz .

 Seperti kata ahli sufi, solat kami tidak ada batasan waktu dan masa. Tidak ada 5 waktu… Keikhlasan dan kesungguhan mereka untuk mengenali diri mereka sendiri dan kemudian mengenali Allah. Minat dan dorongan mereka dalam banyak hal tidak didorong oleh sesiapa – mereka hanya mencari kebenaran dan keikhlasan dalam setiap hal. Mereka akan mengalami banyak hal dan keadaan yang pelik yang ditunjuki oleh Allah sebagai bukti bahawa mereka sedang dalam perjalanan yang diredhai.

Siapa sangka bukan kumat kamit kalimah dan surah yang panjang didalam SOLAT yang Allah kehendaki. Juga bukan ritual berdiri rukuk  tunduk sujud dan duduk kamu! Yang Allah ingini hanyalah BICARA mu dengan-Nya. Bukan sekadar SADAR Allah, ingat Allah… namun kata-kata dan janji-janji yang kamu hadirkan di depan-Nya. Solat itu bicara mu…

Bukan kalimah ungkapan  yang kamu tiada fahami ! Kenapa harus baca surah yang panjang tetapi tidak mengerti?

Kebanyakan solat, tetapi di baling solat mereka  ke dunia. Tiada erti.

Allah memahami semua Bahasa hati mu. Berbicara lah kamu didalam Bahasa yang kamu fahami agar hubungan dan kesedaran bersama Allah ada di dalam frekuensi-Nya.

Rasulullah bersabda: أَوَّل مَا يُرْفَعُ مِن هَذِهِ الأُمَّةِ الْخُشُوعُ حَتَّى َلَا تَرَى فِيهَا رَجُلًا خَاشِعًا

“Yang pertama kali diangkat dari umatku adalah khusyu’, sehingga engkau tidak akan melihat seorang pun yang khusyu’.”

Sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu berkata: “Yang pertama kali hilang dari agama kalian adalah khusyu’, dan yang terakhir kali hilang dari agama kalian adalah solat.

Allah tidak membutuhkan kita, karena kebanyakan dari kita merasa berkewajiban untuk mengerjakan solat. Kebanyakan dari kita solat untuk memenuhi kewajiban. Ketika kalian berdiri di hadapan hakim dan dia akan memutuskan perkaranya, maka hati kalian mulai berdebar-debar. Kenapa? Karena kita sadar tentang siapa orang di hadapan kita.

Kesedaran tentang siapa Sang Khaliq di hadapan  ketika solat akan membawa kepada kekhusu’kan dan terjadilah solat sebuah bicara indah bersama Allah.

Jangan termasuk dalam golongan #ARABISASI yang hanya mengikut…. Cari lah jati diri mu sendiri. Siapakah kamu disisi Allah.

Ini lah pesan Ibunda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semalam 5 Mac 2014, membuka helaian mimpi baru tentang #KeagunganBismillah yang agak simbolis untuk di hayati.

Pada malam hari nya sebelum tidur, Ibunda ada berdoa (berkata-kata) dengan Tuhan ku, agak sedikit berbeda rasa luahan hati ku kali ini kerna aku memikirkan hal manusia.

Kataku, ‘Wahai Tuhan, kenapa mereka menjadikan Islam itu dunia yang sempit? Bukankah kalimah-Mu sungguh luas dan tidak terhitung dan terkaji rahsianya? Kenapa manusia menyempitkan ilmu mu?’

Tulis begini salah, kata begitu sesat, buat begini murtad. Tafsiran mereka tentang ayat-ayat Mu telah menjadikan ilmu-Mu sempit.

Mereka begitu yakin jika Engkau tafsir seperti mereka?

Sedangkan Engkau GANJIL Tuhan. Manakan sama penglihatan-Mu dengan mereka.

Wahai Tuhan, jadikan lah aku  jua ganjil dan berbeda dari mereka.

Apakah Islam yang sebenar wahai Tuhan? Aku jahil dengan ayat-Mu tapi aku tidak pernah menyempitkan Ilmu-Mu.

Kerna hati ku sangat sedih mengingati akan hal ini, aku bermimpi semalam. Tepat jam 3 pagi, mulut ku menyebut ‘ayat, ayat’ sehingga suami ku terjaga dan bertanyakan kenapa?

Ya, mimpi yang Ibunda sendiri tidak pasti untuk menghuraikannya, namun biarlah ku coretkan disini buat tatapan pembaca.

Aku melihat asap awan berkepul-kepul di langit membentuk suatu rupa. Aku di dalam kenderaan ku yang sedang bergerak. Lalu aku melihat tiga manusia yang terbentuk dari asap kepulan awan tadi dan mereka adalah manusia setinggi langit. Seorang wanita di tengah dan dua lelaki di kiri kanannya. Sungguh tinggi mereka sehingga mencecah langit. Aku berlari untuk mengambil gambar.

Lalu wanita itu datang menghampiri ku. Rupanya dia hanya setinggi aku. Masya Allah. Ku tanya kepada nya, siapa yang tinggi itu? Wanita itu berkata, ‘ itu adalah bayang ku’.

Wanita itu ingin memberikan ku sebuah ayat, namun tiba-tiba diriku berada di dalam sebuah masjid.

Ku mendongak ke langit lalu melihat kepulan awan tadi berkumpul lagi lalu menjadi sebuah ayat (seperti ayat Al Quran). Aku cuba membaca. Agak susah. Kemudian imam masjid memberiku scroll ayat yang sama. Aku membaca ayat tersebut sehingga habis walaupun seperti merangkak. Kemudian aku mendongak ke langit lagi. Ayat tersebut bertukar menjadi ayat yang lain.

Aku memanggil bapa ku untuk membantu ku membaca ayat-ayat tersebut. Sambil memanggil ‘bapa, lihat ayat-ayat di langit’, ‘ayat, ayat, ayat…’, kata ku agak keras di dalam tidur sehingga mengejutkan suami ku.

Ibu tidak sempat membaca ayat kedua. Ayat pertama juga tidak ku ingat semuanya, namun hanya ‘Bismillahirrahmanirrahim’ yang dapat ku ingat jelas. Entah ayat apa dan maksudnya apa, namun ku pasti ia ada kaitan dengan mimpi sebelumnya.

Ia adalah perjalanan ku. Ketika ku menitiskan air mata semalam, memikirkan tentang kebenaran Islam, dan kalimah Allah yang sungguh luas. Aku di beri satu tiupan ilmu, bahwa kalimah  (ayat-ayat) yang menjadikan tingginya diri dan ilmu seseorang itu adalah kalimah agung Bismillah.

Itu lah bayang diri ku, setinggi langit rupanya aku andai kalimah ini menyelimuti diri ku. Sudah lama aku berzikir dengan kalimah ini, namun tidak ku tahu mukjizat dan ketinggian kalimah ini. Zikir Bismillah ini telah di ijazah kan kepadaku oleh guru sejati di tahun 2008. aku benar benar mengamalkan nya dengan alunan merdu ketika berzikir sehingga sayu jika mendengarnya. anak ku yang kecil pun bisa menyanyikan nya.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari orang yang ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan dan mengikut agama Ibrahim (agama Tauhid) yang lurus? Dan Allah memilih Ibrahim menjadi kesayanganNya” – An Nisa

“Sungguh Tuhan lebih mengetahui siapa yang tersesat dari Jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui orang yang mendapat petunjuk” – Al An’am.

Bukan kah dengan rahmat, kasih dan sayang Tuhan kita di beri ilmu dan anugerah dari Nya?

Apakah Tuhan hanya menghadiahkan ketinggian dan kemuliaan itu kepada mereka yang punya ilmu fiqh dan usuluddin? Atau kemuliaan itu hanya layak untuk alim ulama’?

Bagaimana dengan Kasih Tuhan ? Apakah kami yang kamu kira jahil ini, tidak di kasihi Tuhan? Apa bukti mu di alam ghaib bahwa kamu lebih mengetahui dari kami tentang Islam yang sebenar?

Islam itu sungguh tinggi ilmunya dan ia tidak sempit. Itulah hidayah yang ku terima dan ku sampaikan walau diri ini tidak tahu apakah mimpi yang bakal mendatangi ku di esok hari.

“Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau beri kuasa kepada sesiapa Kau kehendaki, Kau cabut kuasa dari sesiapa yang kau kehendaki. Engkau mulia sesiapa Kau kehendaki dan Kau hina sesiapa Kau kehendaki, sungguh Kau maha kuasa atas segala sesuatu” – al Imran

“ Sesungguhnya ada antara ahli kitab yang beriman kepada Allah dan apa yang di turunkan kepada kamu dan mereka merendah hati kepada Allah dan tidak berjual beli ayat-ayat Allah dengan harga murah” – Al Imran

 

Ketika Ibunda di ugut dengan email dari ‘unknown fella’, yang tidak berpuas hati dengan tulisan ibunda, sempat ku bermimpi  di bulan Februari 2014 yang menceritakan tentang sesuatu yang tidak ku duga maksudnya.

Ibu berada di sebuah perkampungan entah di mana, kelihatan ramai manusia sibuk melakukan ibadah masing-masing. Ada seorang  polis syariah seperti sedang mencari ku di perkampungan itu. Entah mungkin kontroversi isu mimpiku.net, mereka ingin menyiasat ibunda.

Apa yang ku rasa di bumi begitulah ku rasa di alam ghaib.

 Ibunda melihat sang polis itu sedang menghampiri seorang wanita. Sang Polis tersebut sudah melihat kereta ku lalu dia bertanya kepada wanita tersebut,

’ wahai solehah, kenal kah Ibunda? (dia  menyebut namaku). Wanita itu menjawab, ‘Kenal. Aku melihat dia selalu datang ke sini’.

Ibunda seperti mau menegur wanita itu kenapa dia memberitakan keberadaan ku kepada sang polis tanpa kebenaran ku.

Siapa Solehah? Aku tidak kenal wanita bernama solehah. Kenapa dia menceritakan hal keberadaan ku kepada sang polis?

Pabila tersedar dari tidur di subuh hari, aku melayari maksud mimpi ini.

Ku pasti wanita yang bernama solehah itu bukan siapa-siapa tetapi adalah amalan ku sendiri.

 Solehah itu adalah amalan kebaikan yang hidup dan boleh berkata-kata. Di wujudkan pemilik nama solehah ini dalam rupa seorang wanita. Solehah telah menceritakan hal keberadaan ku di rumah Allah, dan ia adalah suatu bukti bahwa Solehah mengenali ku.

Terima kasih Allah. Aku tidak pernah terfikir akan pemilik nama solehah ini dan maksudnya.

Ramai manusia menggunakan perkataan solehah dan ramai wanita mengingini untuk menjadi solehah.

Namun, Solehah bukan boleh di miliki atau di gelar, kerna solehah adalah individu yang hidup dan mengetahui tentang kamu. Bagaimana kamu bisa berbohong kepada manusia betapa ‘solehah’ nya kamu sedangkan solehah yang sebenar tidak pernah membuktikan jika dia mengenali mu?

Ramai manusia menggambarkan ‘solehah’ dengan pakaian dan kebaikan yang terlihat zahir. Namun solehah sangat tersembunyi dari pandangan zahir. Solehah juga tidak menerima arahan mu dan dia tidak berbohong tentang keberadaan mu. Solehah sangat kenal akan kamu jika kamu adalah pakaiannya yang sebenar.

“Kebajikan bukanlah dengan mengadap wajahmu kearah timur atau barat tetapi kebajikan sebenar adalah beriman kepada Allah, akhirat , malaikat, kitab, nabi-nabi (ini semua ghaib) dan memberi harta yang di cintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, orang musafir, peminta sedekah, menepati janji dan sabar dalam kesusahan, penderitaan dan peperangan” – al baqarah

Pabila ibu melihat perjalanan ku akhir-akhir ini, semakin kuat keyakinan ku kepada kebenaran Rahsia Tuhan.  Kata kunci dalam mimpi ini sangat penting kerna ia adalah petunjuk tentang perjalananku. Ku doa agar solehah menjadi pakaian ku dan sentiasa mengenali ku walau di mana ku berada.

“Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pagi dan petang, mereka mengharapkan keredhaan-Nya, engkau tidak memikul tanggungjawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggungjawab sedikitpun terhadap perbuatanmu” – al an’am.

Pertengahan tahun 2013 bakal mencatat sejarah pahit buat ku.

Ketika ibunda sedang asyik beramalan bersama suami, ibu di sergah oleh sebuah ujian.

Bulan Ramadhan menjelma bersama ujian yang hebat tidak tertanggung oleh ku…

Ibunda menjadi seorang penjamin kepada sebuah hutang yang tidak di langsai oleh peminjam. Peminjam ini seolah-olah mengambil keputusan mudah untuk lari dari hutangnya.

Ketika suami ku sedang menganggur selama sebulan, ujian ini datang di bulan Ramadhan yang mulia.

Ibu seperti ketiadaan kata-kata untuk merintih, kerana kedua-dua ujian ini berlaku serentak dengan tidak semena-mena. Suami mengambil keputusan berhenti kerja kerana stress yang melampaui batas, dan aku di kejar oleh bank kerana hutang orang lain yang harus ku tanggungsebagai penjamin.

Apakah aku harus berdendam dengan si peminjam yang menganiayai ku?

Atau aku harus mengambil tindakan yang adil bagi menegakkan kebenaran? Menyaman peminjam untuk menuntut gantirugi? Jalan manakah yang harus ku pilih?

Ibu hanya tahu beramal, ketika manusia sedang nyenyak dibuai tidur. Tepat jam 3 pagi, mata ku akan terbuka lalu dalam kerinduan kasih sayang ILAHI aku pisahkan diri dari sang suami. Rumah besar yang sunyi di penuhi dengan alunan zikir ku yang mendayu. Entah siapa lagi yang akan terdengar suara ku di malam hari. Namun suara ini tidak dapat perlahan lagi, aku dibuai keasyikan, kerinduan yang panjang untuk-Nya. Aku akan berzikir sehingga jam 5.30 pagi sebelum meneguk air sahur untuk berpuasa esok hari.

Bukan hanya ketika ku ditimpa kesulitan, namun hakikatnya aku sentiasa bersama-Mu di waktu susah dan senang. Cuma aku menulis coretan ini ketika sedang di landa ujian yang sungguh besar.

Seperti selalunya aku mengingini privacy bersama-Mu ketika manusia lain tidak mengingati-Mu kerna ku pasti Kau akan mendengar-Ku. AKu pasti dapat mengejar schedule harian malaikat yang bertugas menyampaikan doa-doa mukminun ketika mereka bertugas berhampiran bumi. Aku pasti dapat mengeluarkan energy zikir ku supaya di lihat sang malaikat lalu mereka memenuhi rumah ku untuk bersama-sama mengingati Mu. Jam 3 pagi waktu yang afdal, untuk berkhalwat. Jika subuh sudah terlalu suntuk buatku..

Aku yakin semua itu berlaku kerna aku merasakan kehadiran mereka di sekeliling ku.

Ketika habis solat tahajjud, aku turun ke dapur untuk membancuh air minuman sahur. Ketika bancuh, cawan air tertumpah. Kaget sebentar kerana sayang susu alpha lipid yang mahal sudah tertumpah.  Namun ku ingati mimpi ku suatu hari dulu, pernah mengatakan bahwa amalan ku sudah sampai ke lauhul mahfudz ketika aku sedang membancuh air dan air tertumpah dek kerana lamunan pendek. Itulah petanda bahwa amalan ku di terima.

Hilang rasa sayang kan susu yang mahal, air mataku terus  mengalir kerana petanda yang sekecil ini sudah cukup memberi kan ku pengertian tentang kasih sayang Tuhan kepada ku.

Di malam ke 12 bulan Ramadhan, ibu bermimpi tercalon untuk suatu pertandingan. Di masukkannama ibu kedalam sebuah pasukan. Rupanya mereka ini adalah wanita-wanita yang sangat cantik berpakaian serba biru lazuardi. Semuanya berpakaian warna biru lembut (seperti langit biru muda). Mata mereka sungguh pekat seperti jeli hitam.

biru lazuardiApakah maksud pakaian warna biru?

Dari suluhan cahaya iman,  para malaikat (bidadari) berpakaian biru adalah dari golongan malaikat bertalian kepada urusan Mikail. Warna cahaya biru dan pakaian biru adalah symbol dimana amalan tadi di bawah urusan Sang Mikail. Biru adalah petanda tentang urusan pertolongan ketika kesulitan, dan perlindungan. Ia menghasilkan cahaya amalan berwarna biru sehinggakan aku bermimpi bersama dengan pasukan wanita berwarna biru. Pakaian mereka seperti jubah / maxi yang cantik, kain lembut bak sutera. Namun yang pelik nya, di kepala mereka juga punya perhiasan rambut yang berwarna biru sehinggakan kasut mereka berwarna biru. (gambar ini hanyalah illustrasi, pakaian mereka tidak terdedah, tapi sopan dan cantik).

Sungguh indah terasa berpakain warna biru. Mungkin hari raya ini, dapat ibunda carikan pakaian berwarna biru sebagai pembuka helaian cerita yang baru.

Ujian harus ku lalui dengan tabah, keputusan mahkamah mungkin akan di ketahui dalam sebulan lagi. Hari ini, suami telah mendapat tawaran kerja, alhamdulillah. Doa ku termakbul. Semoga suami di beri kekuatan untuk menempuhi cabaran di alam dunia.

Doa ku agar pengalaman pahit ini ku tempuhi dengan jiwa yang tenang.  Walau di dunia aku pertaruhkan wang yang banyak untuk di bebaskan dari hutang, namun wang ini tiada nilai di sisi ku untuk sebuah syurga.

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:
Allah berfirman: “ Apabila Aku menguji hamba-Ku yang beriman kemudian dia tidak mengeluh kepada pengunjung-pengunjungnya maka Aku lepaskan dia dari belenggu-Ku dan Aku gantikan baginya daging dan darah yang lebih baik dari yang dahulu dan dia boleh memperbaharui amalnya sebab yang lalu telah diampuni semua”

Mereka yang akrab dengan Allah akan membawa dirinya kepada kekosongan. Tidak ada kehendak pada dirinya untuk dia membuat sebarang pilihan.

Mimpi di bulan Jun 2013

Salawat para malaikat adalah mimpi yang indah. Melihat diri ini bersama beberapa wanita lain. Kami semuanya memakai gaun panjang berwarna putih, seakan gaun putih pengantin. Kainnya sehingga meleret mencecahi tanah.  Ibu menyinting gaun tersebut ketika menuruni tangga. Kami berjalan beriringan sambil tangan memaut antara satu sama lain seakan seperti tangan cekak di pinggang dan tangan sahabat memaut dan juga di simpan di pinggang. Rambut kami di dandan cantik. Semua wanita itu berwajah lembut dan berkarisma.

Sambil menuruni tangga putih, sempat ibu melihat langit putih di atas, mungkin seperti awan putih. Kami semua berselawat, ‘allahumma salli alaik’ berulang kali sambil berjalan menuruni tangga putih.

bidadariTerasa tempat itu seperti kawasan putih atau langitnya putih atau pakaian kami berwarna putih atau mungkin tangga itu putih. Namun terasa sekelilingnya putih. Ibu terjaga dari tidur di subuh hari.

Hairan, selawat ini tidak pernah ibu ucap atau amal di dalam zikir

Jika yang selalu di sebut-sebut itu seperti allahumma salli ala muhammad atau nama nabi yang lain, namun salawat ini agak yang terbaru buat ibu.

Maksudnya ‘semoga kedamaian menyertai anda’. Masya Allah.

Ada yang mengatakan ia adalah salawat malaikat di setiap lapisan langit. Para malaikat mengucap salam dan salawat ke atas para nabi.

Zikir baru ini akan ibunda amalkan , semoga sejahtera para nabi yang abid.

Apakah ini namanya jalan arifbillah? atau ibu adalah malaeka ( bidadari) seperti gambaran pengantin di atas? atau ini menceritakan tentang aku sedang menyusuri tangga makam insan disisi Allah?

Mereka yang melalui jalan arifbillah adalah sahabat karib Allah. Walaupun mereka sangat cantik, tetapi di tutupi oleh keadaan luaran yang sangat sederhana, seperti manusia biasa. Allah berfirman, “para sahabatKu tersembunyi di bawah kubah-Ku, tiada yang mengenali mereka kecuali Aku”. Orang arifbillah mendapat penghormatan yang tinggi, dipanggil insan sejati, menjadi kekasih Allah, sahabat-Nya yang akrab dan ‘pengantin’-Nya. Para pemegang makrifat adalah pengantin Allah yang Maha Tinggi.

Namun hakikatnya hanya Tuhan yang tahu, aku hanyalah hamba allah yang mendapat pencerahan dari Nya untuk melalui alam melihat malaeka (bidadari) berselawat.

Selamat Datang

Log in

Lost your password?